Judul Buku:
Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya
Penulis : Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A.
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : III, oktober 2010
Tebal : XXVIII + 180 hlm. 21cm
Oleh ANI WAHIDATUL AMANAH / 2812133011
Didalam buku ini penulis telah menjelaskan tentang ruang lingkup
bahasa arab dan metode pengajarannya yang di dalamnya terdapat tiga tema
sentral yang perlu dibahas
Tiga tema sentral disini yang pertama adalah
membahas tentang bahasa Arab sebagai bahasa internasinal.Bahasa Arab merupakan
salah satu bahasa yang mayor di dunia yang dituturkan oleh lebih dari
200.000.000 umat manusia(Ghazzawi,1992).Bahasa Arab termasuk bahasa dari
kelompok terbesar dunia ketiga.Bahasa ini digunakan secara resmi oleh kurang
lebih 20 negara dan karena bahasa Arab merupakan bahasa kitab suci dan tuntutan
agama umat islam sedunia,maka tentu saja bahasa Arab merupakan bahasa yang
paling besar signifikanya bagi ratusan juta umat sedunia ,baik yang
berkebangsaan Arab maupun bukan.Bahasa Arab memiliki standar ketinggian dan
keelokan linguistik yang paling tinggi dan tiada taranya dibanding dengan
bahasa yang lain.Hal ini munculnya superiotas sastra dan filsafat bahkan pada
sains,seperti matematika,kedokteran,ilmu bumi,dan tata bahasa Arab sendiri pada
masa kejayaan islam setelahnya.Bahasa Atab merupakan bahasa terkaya dan terluas
di dunia dalam hal kandunganya,deskripsi dan pemaparannya sangat mendetail.
Bahasa Arab merupakan suatu bahasa yang
memiliki kedudukan sangat istimewa di banding dengan bahasa-bahasa lain di
dunia, karena bahasa Arab berfungsi sebagai bahasa Al Qur’an dan Hadist serta
kitab-kitab lainnya. Seseorang yang
hendak memahami hukum-hukum (ajaran) agama islam dengan baik maka haruslah
berusaha mempelajari bahasa Arab dengan
baik. Di sinilah pengetahuan akan bahasa Arab memegang
peranan penting untuk lebih memahami ajaran-ajaran agama guna di transfer
kebenak masyarakat awam, kebenak murid-murid yang cukup kritis. Seorang mantan
Dekan Falkutas Adab di IAIN ALAUDDIIN di Ujung Pandang mengatakan bahwa perguruan tinggi yang tidak
memetingkan bahasa Arab itu tidak rasional. Seorang guru agama itu harus mampu
menguasai bahasa Arab dengan baik agar dapat melaksanakan tugas belajar mengajar
dengan efektif dan efisiaen. Seseorang yang mampu berbahasa Arab
dengan baik akan mudah mengajar semua cabang-cabang
ilmu agama. Maka dari itu penulis akan memberitahukan macam-macam metode
pangajaran bahasa arab dengan efektif dan efisien yang dapat diterapkan dalam proses
belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang pengajar atau seorang pendidik.
Mungkin seperti itulah tujuan penulis (Azhar
Arsyad) dalam bukunya “Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya” buku ini bermaksud memberitahukan kepada para
pendidik atau pengajar untuk menerapkan metode ini kedalam proses belajar
mengajar yang dilakukan di dalam kelas agar mudah dalam melakukan proses
belajar mengajar.
Yang kedua pada bagian II, III, IV, dan V kita dapat menelusuri
metode-metode bahasa Arab dan medianya. Pada bagian ke II buku “Bahasa Arab dan Metode
Pengajarannya” Azhar Arsyad mencoba menguraikan sebuah penafsiran psikodinamika
terhadap meteodologi pengajaran bahasa Arab asing
inovatif dengan meninjau tiga buah metode pengajran bahasa yang dianggap
inovatif (baru dan banyak membuat perubahan) yang sering menjadi bahan
pembicaraan para ahli didik, ahli bahasa dan spikiater pada local karya,
seminar, sisposium, dan konverensi bahasa asing. Ketiga metode tersebut adalah
Suggestopedi, Counseling learning dan the Silent way yang telah dikemukakan
oleh para tokoh seperti lozanov pencetus nama metode pengajaran Suggestopedia,
Prof. Carlles Curran yang pertama mengetengahkan
metode pengajaran Counselling Learning Metod (CLM) dan metode The Silent Way yang di
perkenalkan oleh Dr. Gattegno dalam
bukunya “Teaching Foreigh Languages School :
A Silent Way” (halaman 23-30). Bertitik tolak dari tinjauan singkat
metode-metode itu nanti Azhar Arsyad mencoba mengemukakan di kotomi belajar
mengajar menurut para pakar. Dikotomi belajar mengajar bahasa dibagi menjadi
tiga: yang pertama yaitu Performance : Reflektif dan Produktif,
yang kedua yaitu Sikap belajar : Defensif dan Reseptif, yang ketiga yaitu
Motivasi : Integratif dan Instrumental. (halaman 30-32). Kemudian menafsiran
akan prinsip-prinsip yang akan mendasari timbulnya metode tersebut (halaman
30-33). Untuk memperoleh gambaran tentang penamaan suatu metode tersebut dan
proses lahirnya pembaca dapat melihat pada (halaman,18-22).-Selanjutnya
dibagian kedua buku ini terdapat beberapa lampiran,lampiran pertama berisi
tentang strip story sebuah contoh pengembangan psikodinamik di dalam pengajaran
bahasa Arab yang telah diuraikan oleh
Azhar Arsyad sendiri,lampiran yang ke dua tentang The Strip Story A Catalys For
Communication oleh Robert E. Gibson dan pada lampiran ke tiga terdapat
Communication Strip oleh Mary Ann Boyd and John R. Boyd di Illinois state
university(halaman 36-53).
Pada bagian ke III dalam buku’’Bahasa Arab dan Metode
Pengajaranya’’ Azhar Arsyad membahas sebuah teknik pengajaran bahasa yg telah
di perkenalkan oleh seorang ahli pengajaran bahasa disamping sebagai psikolog
terkenal yaitu Dr.James J Asher.Teknik tersebut dinamakanTPR(Total Phisical
Response).Adapun inti pendekatan awal yang di bawakannya adalah membuat peserta
didik diam ,mendengarkan perintah lalu sejalan dengan apa yang dilakukan oleh
pengajar tersebut.Metode ini juga dijelaskan oleh Haskell yang disebut’’ Asher
Method’’ yang artinya memakai masa waktu yang cukup untuk mendengar dan
mengamati perintah sebelum seseorang diajak berbicara dalam bahasa asing oleh
karena itu,uraian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan metode TPR kepada peminat
dan pengajaran bahasa pada umumnya guna
melihat segi kemungkinan aplikasinya didalam pengajaran bahasa Arab
,juga untuk menjadi bahan penelitian lebih lanjut dalam rangkaian peningkatan
mutu pengajaran bahasa Arab di Indonesia.
Pada bagian ke IV dalam bukunya tersebut Azhar Arsyad mengemukakan sebuah pokok-pokok
pikiran Heruistik dalam metode pengajaran bahasa Arab yang telah dikemukakan
oleh para ahli tentang pentingnya metodologi yang selayaknya dikuasai oleh
calon pendidik atau pengajar sesuai dengan apa yang di ungkapkan oleh
Prof.Mahmud Yunus beliau mengungkapkan
bahwa ’’Metode lebih penting daripada subtansi’’. Dari ungkapan di atas menurut
Azhar Arsyad hal itu perlu direnungi karena pada masa lalu ada semacam anggapan
yang cukup menyesatkan bahwa penguasaan materi ilmu merupakan suatu jaminan
kemampuan bagi seseorang untuk mengajarkan ilmunya kepada orang lain tetapi
kenyataannya menunjukkan bahwa seseorang yang cukup pintar dan menguasai suatu
ilmu tertentu ternyata seringkali menemui batu sandungan dalam mengomunikasikan
ilmu tersebut secara efektif.Metode pengajaran bahasa Arab ini akan di
hubungkan dengan hal-hal yang sifatnya heuristik yaitu studi tentang penggunaan
pengalaman dan usaha-usaha praktis,baik dengan cara mengalami sendiri atau
melihat orang lain mengalaminya sebagai titik tolak berbuat ,dalam hal mengajar
bahasa Arab.
Selanjutnya pada bagian ke IV penulis membahas tentang teknologi
pengajaran bahasa Arab.Hal ini membahas tiga pokok masalah yang sangat penting
,yang pertama membahas tentang urgensi media dalam pengajaran bahasa kemudian
yang kedua membahas tentang macam-macam media menurut para ahli pengajaran dan
pendidikan yang terakhir adalah membahas tentang penerapan penggunaan media
dalam pengajaran bahasa Arab (halaman
75-91).Hal itu sangat penting sekali untuk dibahas.Diantara sekian banyak media
pengajaran yang telah dikemukakan sebelumya ,maka hanyalah metode berikut ini yang
perlu di bahas lebih lanjut metode pembuatan dan penggunaannya,pertama menggunakan
kepingan/potongan kertas’’strip story’’,yang ke dua dengan stick figures,yang
ketiga dengan papan kantong,yang ke empat dengan flashcard(kartu
pemgingat/kartu yang di perhatikan secara sekilas yang terakhir dengan cara OHP(overhead
projector).Teknik ini dapat pembaca
lihat pada(hal 80-91).
Yang ketiga Azhar Arsyad membahas tentang hal-hal yang berkaitan
dengan kebahasaan atau linguistic serta kebudayaan dan nilai-nilai islam.Pada bagian ke VI,Azhar Arsyad membahas tentang
kala dan masa didalam bahasa Arab dengan menggunakan pendekatan yang sifatnya deskriptif.Agar
pembaca lebih memahami,penulis terlebih dahulu membedakan pengertian deskriptif
dengan preskriptif setelah itu di lanjutkan dengan pembahasan tentang kata
kerja menurut beberapa ahli dan ulama yang telah dituangkan dalam kitab atau
buku teks yang cukup bervariasi bentuk dan cara pemaparanya,terakhir yang
dilakukan penulis adalah mengupayakan untuk mencari jawaban tentang problema
pemahaman sistem kala dan masa dalam kata kerja bahasa Arab sesuai dengan
pendekatan deskriptif .contoh bentuk kala dan masa disini adalah fi’il
madhi,mudhori,dan amr.Kala merupakan ciri struktur bahasa sedangkan masa atau
waktu sebagai ciri kehidupan pendekatan
deskriptif itu sendiri tentunya cukup obyektif ,sebab tata bahasa yang
di dekati secara preskriptif akan membawa setiap orang yang berkecimpung dalam
dunia pengajaran bahasa pada pertentangan yang tiada henti-hentinya.Sebagai
ciri struktur bahasa dan masa atau waktu sebagai ciri kehidupan.Arti fi’Il
madiy tidak hanya mengungkap waktu lampau,fi’il mudhori’ tidak hanya
mengungkapkan waktu sekarang dan yang akan datang dan sebagainya.Dengan
begitu,dapat disebut satu lawan banyak,atau drngan diagram(hal106). Pada bagian
ke VII Azhar Arsyad mengemukakan sebuah ilmu baru yang menarik perhatian
sebagian pakar budaya masa kini yaitu ilmu Antropolinguistik dan Aktualisasi
Nilai-Nilai Islam(halaman 109-118).Pada bagian ke VIII,Azhar Arsyad juga
mengemukakan sebab-sebab kegagalan pembelajaran bahasa Arab dan Inggris di
Indonesia pada umumnya dalam sebuah interpretasi psikodinamik (halaman
120-132).Selain itu pada bagian ke IX penulis juga membahas manajemen
pembelajaran bahasa Arab dan kemungkinan penerapan pola baru metode
pengajarannya di Indonesia.Pembahasan ini di kemukakan dalam rangka mencari jalan
terbaik pengajaran bahasa Arab dengan target agar pembelajar mampu membaca
kitab gundul(halaman136-154).Terakhir pada bagian X penulis menulis kajian
kesilapan bahasa arab,dengan membahas permasalahan pokok,ruang lingkup
penelitian,Tujuan penelitian,ruang lingkup penelitian,tinjauan kepustakaan
,metodologi serta hasil penelitian.
Buku karya Prof. Azhar Arsyad ’’Bahasa Arab
dan Metodologi Pengajarannya’’ ini memiliki banyak manfaat yang dapat kita
ambil untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan didalam
kelas,selain itu juga dapat digunakan sebagai bahan penelitian yang sangat
berharga sekali.Buku karya Azhar Arsyad ini patut dibaca dan diterapkan dalam
proses belajar mengajar bahasa asing.Buku ini sangat membantu pendidik atau
pengajar dalam melakukan tugas belajar mengajar dengan mudah,efektif dan
efisien.
0 komentar:
Posting Komentar