Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 02 Juni 2014

TEKNIK MUDAH BELAJAR DAN MENGAJAR BAHASA ARAB


 
Judul Buku: Bahasa Arab dan Metode         Pengajarannya
Penulis        : Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A.                                                                
Penerbit     : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan      : III, oktober 2010
Tebal           : XXVIII + 180 hlm. 21cm






Oleh ANI WAHIDATUL AMANAH / 2812133011
Didalam buku ini penulis telah menjelaskan tentang ruang lingkup bahasa arab dan metode pengajarannya yang di dalamnya terdapat tiga tema sentral yang perlu dibahas
Tiga tema sentral disini yang pertama adalah membahas tentang bahasa Arab sebagai bahasa internasinal.Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang mayor di dunia yang dituturkan oleh lebih dari 200.000.000 umat manusia(Ghazzawi,1992).Bahasa Arab termasuk bahasa dari kelompok terbesar dunia ketiga.Bahasa ini digunakan secara resmi oleh kurang lebih 20 negara dan karena bahasa Arab merupakan bahasa kitab suci dan tuntutan agama umat islam sedunia,maka tentu saja bahasa Arab merupakan bahasa yang paling besar signifikanya bagi ratusan juta umat sedunia ,baik yang berkebangsaan Arab maupun bukan.Bahasa Arab memiliki standar ketinggian dan keelokan linguistik yang paling tinggi dan tiada taranya dibanding dengan bahasa yang lain.Hal ini munculnya superiotas sastra dan filsafat bahkan pada sains,seperti matematika,kedokteran,ilmu bumi,dan tata bahasa Arab sendiri pada masa kejayaan islam setelahnya.Bahasa Atab merupakan bahasa terkaya dan terluas di dunia dalam hal kandunganya,deskripsi dan pemaparannya sangat mendetail.

Bahasa Arab merupakan suatu bahasa yang memiliki kedudukan sangat istimewa di banding dengan bahasa-bahasa lain di dunia, karena bahasa Arab berfungsi sebagai bahasa Al Qur’an dan Hadist serta kitab-kitab lainnya. Seseorang yang hendak memahami hukum-hukum (ajaran) agama islam dengan baik maka haruslah berusaha mempelajari bahasa Arab dengan baik. Di sinilah pengetahuan akan bahasa Arab memegang peranan penting untuk lebih memahami ajaran-ajaran agama guna di transfer kebenak masyarakat awam, kebenak murid-murid yang cukup kritis. Seorang mantan Dekan Falkutas Adab di IAIN ALAUDDIIN di Ujung Pandang  mengatakan bahwa perguruan tinggi yang tidak memetingkan bahasa Arab itu tidak rasional. Seorang guru agama itu harus mampu menguasai bahasa Arab dengan baik agar dapat melaksanakan tugas belajar mengajar dengan efektif dan efisiaen. Seseorang yang mampu berbahasa Arab dengan baik akan mudah mengajar semua cabang-cabang ilmu agama. Maka dari itu penulis akan memberitahukan macam-macam metode pangajaran bahasa arab dengan efektif dan efisien yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang pengajar atau seorang pendidik.
Mungkin seperti itulah tujuan penulis (Azhar Arsyad) dalam bukunya “Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya”  buku ini bermaksud memberitahukan kepada para pendidik atau pengajar untuk menerapkan metode ini kedalam proses belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas agar mudah dalam melakukan proses belajar mengajar.
Yang kedua pada bagian II, III, IV, dan V kita dapat menelusuri metode-metode bahasa Arab dan medianya. Pada bagian ke II buku “Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya” Azhar Arsyad mencoba menguraikan sebuah penafsiran psikodinamika terhadap meteodologi pengajaran bahasa Arab asing inovatif dengan meninjau tiga buah metode pengajran bahasa yang dianggap inovatif (baru dan banyak membuat perubahan) yang sering menjadi bahan pembicaraan para ahli didik, ahli bahasa dan spikiater pada local karya, seminar, sisposium, dan konverensi bahasa asing. Ketiga metode tersebut adalah Suggestopedi, Counseling learning dan the Silent way yang telah dikemukakan oleh para tokoh seperti lozanov pencetus nama metode pengajaran Suggestopedia, Prof. Carlles Curran yang pertama mengetengahkan metode pengajaran Counselling Learning Metod (CLM) dan metode The Silent Way yang di perkenalkan oleh Dr. Gattegno dalam bukunya “Teaching Foreigh Languages School : A Silent Way” (halaman 23-30). Bertitik tolak dari tinjauan singkat metode-metode itu nanti Azhar Arsyad mencoba mengemukakan di kotomi belajar mengajar menurut para pakar. Dikotomi belajar mengajar bahasa dibagi menjadi tiga: yang pertama yaitu Performance : Reflektif dan Produktif, yang kedua yaitu Sikap belajar : Defensif dan Reseptif, yang ketiga yaitu Motivasi : Integratif dan Instrumental. (halaman 30-32). Kemudian menafsiran akan prinsip-prinsip yang akan mendasari timbulnya metode tersebut (halaman 30-33). Untuk memperoleh gambaran tentang penamaan suatu metode tersebut dan proses lahirnya pembaca dapat melihat pada (halaman,18-22).-Selanjutnya dibagian kedua buku ini terdapat beberapa lampiran,lampiran pertama berisi tentang strip story sebuah contoh pengembangan psikodinamik di dalam pengajaran bahasa Arab yang telah  diuraikan oleh Azhar Arsyad sendiri,lampiran yang ke dua tentang The Strip Story A Catalys For Communication oleh Robert E. Gibson dan pada lampiran ke tiga terdapat Communication Strip oleh Mary Ann Boyd and John R. Boyd di Illinois state university(halaman 36-53).
Pada bagian ke III dalam buku’’Bahasa Arab dan Metode Pengajaranya’’ Azhar Arsyad membahas sebuah teknik pengajaran bahasa yg telah di perkenalkan oleh seorang ahli pengajaran bahasa disamping sebagai psikolog terkenal yaitu Dr.James J Asher.Teknik tersebut dinamakanTPR(Total Phisical Response).Adapun inti pendekatan awal yang di bawakannya adalah membuat peserta didik diam ,mendengarkan perintah lalu sejalan dengan apa yang dilakukan oleh pengajar tersebut.Metode ini juga dijelaskan oleh Haskell yang disebut’’ Asher Method’’ yang artinya memakai masa waktu yang cukup untuk mendengar dan mengamati perintah sebelum seseorang diajak berbicara dalam bahasa asing oleh karena itu,uraian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan metode TPR kepada peminat dan pengajaran bahasa  pada umumnya guna melihat segi kemungkinan aplikasinya didalam pengajaran bahasa Arab ,juga untuk menjadi bahan penelitian lebih lanjut dalam rangkaian peningkatan mutu pengajaran bahasa Arab di Indonesia.
Pada bagian ke IV dalam bukunya tersebut  Azhar Arsyad mengemukakan sebuah pokok-pokok pikiran Heruistik dalam metode pengajaran bahasa Arab yang telah dikemukakan oleh para ahli tentang pentingnya metodologi yang selayaknya dikuasai oleh calon pendidik atau pengajar sesuai dengan apa yang di ungkapkan oleh Prof.Mahmud Yunus  beliau mengungkapkan bahwa ’’Metode lebih penting daripada subtansi’’. Dari ungkapan di atas menurut Azhar Arsyad hal itu perlu direnungi karena pada masa lalu ada semacam anggapan yang cukup menyesatkan bahwa penguasaan materi ilmu merupakan suatu jaminan kemampuan bagi seseorang untuk mengajarkan ilmunya kepada orang lain tetapi kenyataannya menunjukkan bahwa seseorang yang cukup pintar dan menguasai suatu ilmu tertentu ternyata seringkali menemui batu sandungan dalam mengomunikasikan ilmu tersebut secara efektif.Metode pengajaran bahasa Arab ini akan di hubungkan dengan hal-hal yang sifatnya heuristik yaitu studi tentang penggunaan pengalaman dan usaha-usaha praktis,baik dengan cara mengalami sendiri atau melihat orang lain mengalaminya sebagai titik tolak berbuat ,dalam hal mengajar bahasa Arab.
Selanjutnya pada bagian ke IV penulis membahas tentang teknologi pengajaran bahasa Arab.Hal ini membahas tiga pokok masalah yang sangat penting ,yang pertama membahas tentang urgensi media dalam pengajaran bahasa kemudian yang kedua membahas tentang macam-macam media menurut para ahli pengajaran dan pendidikan yang terakhir adalah membahas tentang penerapan penggunaan media dalam pengajaran bahasa Arab (halaman 75-91).Hal itu sangat penting sekali untuk dibahas.Diantara sekian banyak media pengajaran yang telah dikemukakan sebelumya ,maka hanyalah metode berikut ini yang perlu di bahas lebih lanjut metode pembuatan dan penggunaannya,pertama menggunakan kepingan/potongan kertas’’strip story’’,yang ke dua dengan stick figures,yang ketiga dengan papan kantong,yang ke empat dengan flashcard(kartu pemgingat/kartu yang di perhatikan secara sekilas  yang terakhir dengan cara OHP(overhead projector).Teknik ini dapat  pembaca lihat pada(hal 80-91).
Yang ketiga Azhar Arsyad membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan kebahasaan atau linguistic serta kebudayaan dan nilai-nilai islam.Pada bagian ke VI,Azhar Arsyad membahas tentang kala dan masa didalam bahasa Arab dengan menggunakan  pendekatan yang sifatnya deskriptif.Agar pembaca lebih memahami,penulis terlebih dahulu membedakan pengertian deskriptif dengan preskriptif setelah itu di lanjutkan dengan pembahasan tentang kata kerja menurut beberapa ahli dan ulama yang telah dituangkan dalam kitab atau buku teks yang cukup bervariasi bentuk dan cara pemaparanya,terakhir yang dilakukan penulis adalah mengupayakan untuk mencari jawaban tentang problema pemahaman sistem kala dan masa dalam kata kerja bahasa Arab sesuai dengan pendekatan deskriptif .contoh bentuk kala dan masa disini adalah fi’il madhi,mudhori,dan amr.Kala merupakan ciri struktur bahasa sedangkan masa atau waktu sebagai ciri kehidupan pendekatan  deskriptif itu sendiri tentunya cukup obyektif ,sebab tata bahasa yang di dekati secara preskriptif akan membawa setiap orang yang berkecimpung dalam dunia pengajaran bahasa pada pertentangan yang tiada henti-hentinya.Sebagai ciri struktur bahasa dan masa atau waktu sebagai ciri kehidupan.Arti fi’Il madiy tidak hanya mengungkap waktu lampau,fi’il mudhori’ tidak hanya mengungkapkan waktu sekarang dan yang akan datang dan sebagainya.Dengan begitu,dapat disebut satu lawan banyak,atau drngan diagram(hal106). Pada bagian ke VII Azhar Arsyad mengemukakan sebuah ilmu baru yang menarik perhatian sebagian pakar budaya masa kini yaitu ilmu Antropolinguistik dan Aktualisasi Nilai-Nilai Islam(halaman 109-118).Pada bagian ke VIII,Azhar Arsyad juga mengemukakan sebab-sebab kegagalan pembelajaran bahasa Arab dan Inggris di Indonesia pada umumnya dalam sebuah interpretasi psikodinamik (halaman 120-132).Selain itu pada bagian ke IX penulis juga membahas manajemen pembelajaran bahasa Arab dan kemungkinan penerapan pola baru metode pengajarannya di Indonesia.Pembahasan ini di kemukakan dalam rangka mencari jalan terbaik pengajaran bahasa Arab dengan target agar pembelajar mampu membaca kitab gundul(halaman136-154).Terakhir pada bagian X penulis menulis kajian kesilapan bahasa arab,dengan membahas permasalahan pokok,ruang lingkup penelitian,Tujuan penelitian,ruang lingkup penelitian,tinjauan kepustakaan ,metodologi serta hasil penelitian.

Buku karya Prof. Azhar Arsyad ’’Bahasa Arab dan Metodologi Pengajarannya’’ ini memiliki banyak manfaat yang dapat kita ambil untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan didalam kelas,selain itu juga dapat digunakan sebagai bahan penelitian yang sangat berharga sekali.Buku karya Azhar Arsyad ini patut dibaca dan diterapkan dalam proses belajar mengajar bahasa asing.Buku ini sangat membantu pendidik atau pengajar dalam melakukan tugas belajar mengajar dengan mudah,efektif dan efisien.  
 

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

 

Blogger news

Blogroll