Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 02 Juni 2014

METODOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB




Judul Buku :

Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab
Penulis :
Acep Hermawan
Penerbit :
PT Remaja Rosdakarya Offset Bandung
Cetakan :
II, Desember 2012
Tebal :
Xvii +302


Oleh Khoiril Muslimah / 2812133024


Bagi bangsa Indonesia, bahasa Arab bukan hanya sebagai bahasa asing tetapi juga menyangkut ranah keagamaan, misalnya pada Alqur’an, Hadits, karya monumental ulama’ dan sebagainya. Semua itu menggunakan bahasa Arab. Oleh sebab itu penguasaannya menjadi sangat penting.
Buku metodologi pembelajaran bahasa Arab karya Acep Hermawan ini bermaksud untuk membangun pembelajaran bahasa Arab menjadi penuh warna dengan tidak mengesampingkan prinsip” situasional-kontekstual. Buku ini mengungkap tentang bahasa Arab beserta Ragam metode yang digunakan dalam pembelajarannya.
Acep Hermawan berharap buku Metodologi Pembelajaran bahasa Arab ini bisa membawa pembaharuan, bukan hanya dalam metode, tekhnik dan pendekatan melainkan juga pedoman dasarnya yang sistematis. Namun harus disadari bahwa segala upaya yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran harus dipahami dan disadari oleh setiap pelaku proses pembelajaran. Karena itu kehadiran buku ini akan memberi wawasan metodologis, terutama bagi pengajar bahasa Arab di Indonesia.

Buku Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab ini secara garis besar terdiri dari tiga bagian, yaitu bahasa, bahasa arab, dan metode-metode dalam pembelajaran bahasa Arab. Bagian pertama mengenalkan tentang bahasa. Pada buku Metodologi pembelajaran bahasa Arab definisi bahasa itu mempunyai ragam pengertian, namun bila ditarik kesimpulan bahwasanya hakikat bahasa itu ialah sistematik (bersistem), arbitrer (manasuka), ujaran (ucapan), simbol (lambang-lambang), manusia (diproduksi dan digunakan oleh manusia), alat komunikasi dan bahasa itu mengacu kepada obyek baik dirinya maupun luar dirinya.
Bahasa secara umum dibagi menjadi tiga kategori, yaitu bahasa ibu (bahasa kesatu), bahasa kedua, dan bahasa asing. Bahasa ibu adalah bahasa yang pertama kali diperoleh anak sejak ia hidup dikeluarga melalui interaksi yang kontinu antara ia dan orang tuanya, misalnya bahasa Sunda, bahasa Batak, bahasa Aceh dan sebagainya. Bahasa kedua adalah bahasa yang diperoleh individu setelah ia bereksplorasi dalam pergaulan masyarakatditempat ia hidup, misalnya bahasa Indonesia yang digunakan sebagai bahasa pergaulan oleh masyarakat umum di Indonesia. Sedang bahasa asing adalah bahasa yang digunakan diluar masyarakat umum tempat individu itu hidup, misalnya bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Jerman dan sebagainya. Ketiga kategori bahasa tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.
Selanjutnya pada buku Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab juga disampaikan tentang fungsi bahasa. Fungsi-fungsi tersebut antara lain bahasa adalah alat berpikir, bahasa sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan dasar, bahasa adalah alat untuk berekspresi, bahasa sebagai media penghubung antar kelompok, bahasa sebagai alat pemersatu, bahasa sebagai salah satu simbol agama, bahasa sebagai pendukung utama pengetahuan.
Setelah pada bagian awal buku Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab kita disuguhi sekilas tmengenai bahasa, pada bagian kedua akan dipaparkan sekilas tentang bahasa Arab. Bahasa Arab dalam pandangan pemerintah merupakan bahasa asing. Hal ini terbukti misalnya dalam peraturan menteri Agama RI No.2 Tahun 2008 tentang standar kompetensi dan standar isi pendidikan agama islam dan bahasa Arab.
Sebagai bahasa asing bahasa Arab memiliki kekhasan dibandingkan dengan bahasa lain di dunia. Pada buku Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Utsman Amin dan Nasyif Ma’ruf karakteristik pokok bahasa Arab dilihat dari segi kaitan mentalistik subyek-predikat, kehadiran individu, retorika paralel, keutamaan makna, keberadaan i’rab, kekayaan kosakata, integrasi dua kata, analogi kata dinamika dan kekuatan. Semua kekhasan diatas dijelaskan secara gamblang pada buku Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab (halaman 58-71).
Kemudian pada buku Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab juga dipaparkan tentang dua jenis bahasa Arab . dua jenis tersebut ialah, bahasa Arab fushha dan bahasa Arab ‘amiyyah.. bahasa Arab fushha adalah bahasa standar yang mengikuti kaidah baku secara internasional. Kaidah-kaidah inilah yang membuat orisinalitasnya terjaga yang berlaku. Sedangkan bahasa Arab ‘amiyyah adalah ragam bahasa yang digunakan untuk urusan-urusan biasa sehari-hari. Bahasa ini berkembang pesat di masyarakat umum menengah kebawah. Oleh karena itu sebagian orang Indonesia mengartikannya sebagai bahasa pasaran.
Setelah pada bab dua kita disuguhi sekilas tentang bahasa Arab, selanjutnya pada bagian ketiga akan dipaparkan sekilas tentang metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab. Inilah sebenarnya inti dari buku Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Dalam buku tersebut ada lima metode dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode- metode tersebut antara lain, metode kaidah dan terjemah, metode langsung, metode audiolingual, metode membaca, dan metode gabungan. Metode yang pertama yaitu metode  kaidah dan terjemah. Metode ini melihat bahasa secara preskriptif (bahasa yang baik dan benar adalah menurut para ahli bahasa, bukan yang digunakan oleh penutur ahli yang di lapangan). Dengan demikian kebenaran bahasa berpadoman pada petunjuk tertulis, yaitu aturan-aturan yang ditulis oleh ahli bahasa bahkan menurut ukuran guru.Ada dua aspek penting dalam metode kaidah dan terjemah, pertama kemampuan menguasai kaidah tata bahasa dan kedua, kemampuan menterjemahkan. Jadi tujuan dari metode ini menurut Al-naqah adalah agar para pelajar pandai dalam menghapal dan memahami tata bahasa, mengungkapkan ide-ide dan menerjemahkannya kedalam bahasa ibu atau bahasa asing yang dipelajari, dan membekali mereka agar mampu memahami teks bahas asing dengan menterjemahkannya ke dalam bahasa sehari-hari atau sebaliknya.
Metode yang kedua yaitu metode langsung. Metode langsung merupakan metode belajar bahasa asing dengan cara menyimak dan berbicara, sedangkan membaca dan mengarang dapat dikembangkan kemudian. Metode langsung memiliki tujuan agar para pelajar mampu berkomunikasi dengan bahasa asing yang dipelajarinya seperti pemilik bahasa ini.
Metode yang ketiga yaitu metode audiolingual. Metode audiolingual merupakan metode mendasarkan diri kepada pendekatan struktural dalam pengajaran bahasa. Metode ini menekankan penelaahan dan pendiskripsian suatu bahasa yang akan dipelajari dengan memulainya dari sistem bunyi (fonologi), kemudian sistem pembentukan kata (morfologi), dan sistem pembentukan kalimat (sintaksis). Disini juga ditekankan sistem tekanan, nada dan lain-lain. Inti dari metode ini ialah metode dengan cara mengucapkan dan mengulang suatu pola kalimat dengan baik  tanpa kesalahan.
Metode yang ke empat yaitu metode membaca . Metode membaca menekankan kemampuan membaca diam untuk pemahaman, juga memandang penting kemampuan pengucapan yang benar, sehingga membaca secara nyaring merupakan kegiatan yang banyak latihan. Kemampuan ini dipandang dapat membantu para pelajar/mahasiswa  dalam pengungkapan lisan. Tujuan utama metode ini adalah menanamkan kemampuan membaca teks-teks bahasa asing dengan mudah tanpa harus menterjemahkan baik secara lisan maupun tulis kedalam bahasa pelajar, tetapi langsung mencerna isi yang terkandung oleh teks bahasa asing. (Badri, 1986)
Metode yang terakhir yaitu metode gabungan. Yang dimaksud gabungan disini tentu saja bukan menggabungkan semua metode yang ada sekaligus, melainkan lebih bersifat “tambal sulam”, artinya suatu metode tertentu dipandang dapat melengkapi kekurangan metode yang lain.Walauun setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan, namun tidak berarti semuanya dapat digabungkan sekaligus., sebab penggabungan di sini sesuai kebutuhan atas dasar pertimbangan tujuan pembelajaran, sifat matei pembelajaran, kemampuan pelajar, bahkan kondisi guru. Yang cocok dilakukan dalam hal ini adalah memanfaatkan kelebihan metode tertentu untuk melengkapi kekurangan metode metode tertentu.
Buku Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab sarat pengetahuan dan informasi baru. Isi bukunya mudah dipahami para pembaca. Covernya bagus sehingga dapat menarik para pembaca untuk membacanya. Buku Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab ini bisa menjadi pegangan bagi para pengajar bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam. Melihat kandunganya yang cukup komprehensif, buku Metodologi Pembelajaran bahasa Arab ini juga dinilai akan berkontribusi bagi kelangsungan hidup bahasa Arab.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

 

Blogger news

Blogroll